Di dunia ini tak ada yang sempurna. Kesempurnaan Sejati hanyalah milik Tuhan. Echa lahir dengan kebutuhan khusus, kedua matanya tak berfungsi. Berkat kasih sayang kedua orang tua dan pendidikan yang tepat, Echa tumbuh menjadi sosok mandiri dan percaya diri. Tak ayal keberadaan Echa di mana pun memancarkan energi positif welas asih bagi lingkungannya. Sehingga kekurangsempurnaan pada fisiknya itu bukanlah kendala bagi dirinya dan orang lain. (Pritt Timothy Prodjosoemantri: Aktor Film Nasional)
Saya tidak akan mengatakan jika kebutaan adalah ketidak beruntungan. Karena jika saya begitu, saya seakan menganggap Allah Ta’ala tidak adil. Membaca kisah Echa ini membuat saya memahami jika reaksi terhadap takdir yang kita terima itu teramat penting. Orang tua Echa bereaksi baik, rida terhadap takdir putri pertamanya yang terlahir tunanetra. Saya anggap buku ini adalah catatan harian dari hamba Allah Ta’ala yang patut menjadi teladan. “Bukan Bidadari Biasa” akan membuka mata kalian untuk lebih melihat jika hidup ini adalah pelajaran dan pembelajaran. Terima kasih Bang Ramaditya Adikara, Mas Satria, dan Mbak Ambarsari yang telah mengenalkan Echa kepada saya lewat buku ini. (Om Jo: Penulis)
Bukan Buku Biasa, iya buku ini bukan buku biasa yang isinya biasa saja. Melainkan saat pertama kali membacanya, saya dibikin baper dan seolah menjadi seorang wanita yang harus menguatkan secara lahir dan batin, mengharapkan cinta-Nya itu benar luar biasa. Menjaga, merawat dan membesarkan Echa adalah anugerah yang diberikan Allah kepada wanita-wanita hebat seperti Bu Ambar. _Respected to all Mum in the world, especially with special kids around._ (Nia Ruswoko: Direktur Megania Aksara Publishing)

Reviews
There are no reviews yet.