Di era digital yang serba cepat, ruang-ruang penafsiran keagamaan mengalami transformasi besar. Buku ini mengupas fenomena penafsiran Al-Qur’ān yang kini tak lagi terbatas pada mimbar-mimbar masjid atau ruang kuliah, melainkan hadir secara masif di media online. Menggunakan pendekatan hermeneutika, penulis mengkaji secara kritis bagaimana Al-Qur’ān ditafsirkan oleh dua portal Islam terkemuka.
Ditulis dengan gaya ilmiah yang tetap bisa dinikmati oleh kalangan umum, buku ini cocok untuk pembaca yang tertarik pada studi tafsir, komunikasi keislaman, hingga fenomena keberagamaan digital masa kini. Bacaan penting bagi mereka…
Di era digital yang serba cepat, ruang-ruang penafsiran keagamaan mengalami transformasi besar. Buku ini mengupas fenomena penafsiran Al-Qur’ān yang kini tak lagi terbatas pada mimbar-mimbar masjid atau ruang kuliah, melainkan hadir secara masif di media online. Menggunakan pendekatan hermeneutika, penulis mengkaji secara kritis bagaimana Al-Qur’ān ditafsirkan oleh dua portal Islam terkemuka.
Ditulis dengan gaya ilmiah yang tetap bisa dinikmati oleh kalangan umum, buku ini cocok untuk pembaca yang tertarik pada studi tafsir, komunikasi keislaman, hingga fenomena keberagamaan digital masa kini. Bacaan penting bagi mereka yang ingin memahami bagaimana Al-Qur’ān “berbicara” dalam bahasa zaman sekarang—melalui layar, klik, dan algoritma…
….
Judul: Penafsiran Al-Qur’ān di Media Online
Penulis: Hamdan Yuwapini
ISBN:
Reviews
There are no reviews yet.
Be the first to review “Penafsiran Al-Qur’ān di Media Online” Cancel reply
Melalui buku ini, pembaca diundang untuk merenung, mendialogkan, dan menerapkan pemahaman yang mendalam tentang berpakaian yang Islami. Saya ingin menyampaikan apresiasi yang tulus kepada penulis yang telah memberikan kontribusi berharga ini dalam membimbing kita menuju pemahaman yang lebih baik …
Resepsi Eksegesis Terhadap Moderasi Beragama” merupakan buku yang mengajak pembaca untuk menjelajahi konsep moderasi dalam beragama melalui kacamata eksegesis atau penafsiran teks suci…
Dalam buku yang menarik ini, penulis membahas dua aspek penting dalam memahami Al-Qur’an: talaqqi musyāfahah (interaksi langsung dengan Al-Qur’an) dan otentisitas bacaan Al-Qur’an…
Cerpen-cerpen dalam buku ini terinspirasi dari kisah nyata. Pun dari seorang guru yang merupakan penulis di dunia pendidikan, yang kerap mendorong para guru lain dan murid-muridnya agar berani bermimpi dan mewujudkannya…
Geiger menunjukan pandangan yang berbeda dengan pandangan Yahudi Ortodoks tentang Taurat, tidak menganggap lima kitab yang diwahyukan kepada Musa sebagai wahyu, serta menggunakan sumber Yahudi yang ditulis setelah Islam diwahyukan. Konteks agama Kristen dalam karyanya dipengaruhi oleh guru Kristen-nya..
Reviews
There are no reviews yet.